From : https://id.investing.com/news/commodities-news/article-364287

 

 

                                               

 

 

Harga emas menguat di sesi Asia, Selasa setelah dolar yang melemah sehingga mendorong minat beli fisik emas di India dan China, dua importir top dunia, menjelang data perdagangan China hari ini.

 

Emas berjangka untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York NYMEX naik 0,11% menjadi $1,266.03 per troy ounce.

 

China diperkirakan akan melaporkan ekspor naik 10,9% pada bulan Juli tahun ke tahun, turun dari kenaikan 11,3% di bulan Juni, sementara impor naik 16,6% dibandingkan dengan kenaikan 17,2% di bulan sebelumnya untuk surplus neraca perdagangan sebesar $46,08 miliar, lebih besar dari $42,77 miliar di bulan Juni.

 

Semalam, harga emas diperdagangkan sedikit di atas titik pembukaan pada hari Senin, naik dari posisi terendah sesi setelah dolar berada di bawah tekanan menyusul komentar dari pejabat tinggi Federal Reserve.

 

Emas terus mengurangi kerugian, menyusul kemerosotan pada hari Jumat didukung data upah nonpertanian yang kuat dan menunjukkan ekonomi AS dapat mempertahankan kenaikan suku bunga lebih lanjut sementara Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan bahwa suku bunga yang rendah "cenderung tetap sesuai" dalam waktu singkat.

 

"Kebijakan Tingkat suku bunga saat ini kemungkinan akan tetap tepat dalam waktu dekat," kata Bullard dalam presentasi yang disiapkan menjelang pidato Konferensi Pemasaran Kapas Amerika 2017 di Nashville, Tennessee.

 

Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, yang mengangkat biaya kesempatan untuk memiliki aset yang tidak menghasilkan seperti bullion.

 

Data inflasi di akhir minggu, bagaimanapun, diharapkan dapat memberikan logam kuning arah baru, karena pelaku pasar ingin memastikan apakah perlambatan inflasi terus berlanjut.

 

Perlambatan inflasi, telah membebani prospek kenaikan suku bunga akhir tahun ini, menekan turun imbal hasil dolar dan obligasi sambil membantu perdagangan logam kuning mendekati level tertinggi tujuh minggu.

 

Indeks harga produsen dan data indeks harga konsumen masing-masing dijadwalkan rilis pada hari Kamis dan Jumat.

 

Penurunan volume perdagangan akan terjadi di Asia karena libur, bagaimanapun, diperkirakan akan membuat harga emas bergerak terbatas.

 

 

https://id.investing.com/news/commodities-news/article-364287